Top News
   
16/10/2008 (06:54)
Mulai tanggal 20 Oktober 2008, GIM mengadakan Training Khusus untuk Spesialis Marketing dan Spesialis HRD bertajuk \"Mengantarkan Anda Memiliki Nilai Jual yang ... .

22/02/2008 (18:31)
Saat saya melihat melihat di TV tentang Petaka Konser Rock di Bandung, sekali lagi dan tanpa saya sadari mengelus dada dan mengucapkan Istighfar.   Sepertinya ... .

27/09/2006 (19:34)
Singkat atau lamanya masa pacaran seringkali tidak bisa dijadikan jaminan akan kedalaman pemahaman terhadap masing-masing pasangan. Seperti sudah menjadi hukum pacar ... .

 

20/02/2008 (18:31)
Formasi V
FORMASI “V” HD. Iriyanto • Direktur GIM – HRD Training Centre Jogja • Motivator & Inspirator Religiospiritual Bisa jumpa, duduk, dan ngobrol santai dengan Prof.Dr.Yohanes Surya merupakan kesempatan yang menyenangkan. Seperti dugaan saya sebelumnya, pertemuan saya dengan pendekar fisika Indonesia ini pekan silam melahirkan banyak inspirasi. Salah satunya adalah tentang hukum ‘mestakung’ yang beliau ceritakan di hadapan para guru. Menurutnya, ketika benda/makhluk menghadapi situasi kritis, maka alam sekitarnya akan membantu benda/makhluk tadi untuk mengatur dirinya agar berkemampuan keluar dari situasi kritis tadi. Pasir yang dicurahkan ke lantai sedikit demi sedikit akan mengatur diri membentuk seperti gunung agar menjadi kuat. Jika ketinggiannya ditambah, bentuk seperti gunung akan tetap terjaga, tidak akan pernah berubah ke bentuk lainnya. Begitu pula sejenis bangau yang hidup di daerah empat musim. Ketika musim dingin tiba, burung-burung ini menghadapi situasi kritis. Agar keluar dari situasi kritis, burung-burung ini harus meninggalkan daerah dingin hijrah menuju daerah yang lebih hangat. Dan ini harus ditempuh dengan terbang melintasi kawasan yang jauhnya ratusan, bahkan ribuan kilometer. Ini menjadi tidak mungkin bila mereka terbang sendiri-sendiri. Pada situasi seperti inilah mereka mengatur diri dengan terbang membentuk formasi ‘V’ di angkasa. Mengapa mereka terbang dengan formasi seperti itu ? Dijelaskan oleh beliau, ketika burung terbang berombongan dengan formasi ‘V’ maka burung yang paling depan bertugas untuk ‘membuka jalan’ agar tekanan udara menjadi berkurang sehingga meringankan burung-burung lain yang ada di belakangnya. Saat yang paling depan mulai melemah, ia akan segera berpindah ke belakang. Pada waktu yang sama burung yang ada di belakangnya segera maju menggantikan posisi ‘sang panglima’. Begitulah seterusnya, sehingga kawanan burung ini akhirnya mampu terbang melintasi jarak yang demikian jauh. Apa yang telah diperlihatkan oleh rombongan burung tadi, memberi kita beberapa hikmah yang sangat berharga. Pertama, dengan terbang dalam formasi ‘V’, efisiensi seluruh grup akan naik sebesar 70-an persen dibandingkan jika masing-masing burung terbang sendiri-sendiri. Ini berarti jika kita bekerja secara team, bergerak ke arah tujuan yang sama , membuat kita mencapai tujuan dengan lebih cepat dan lebih ringan. Dengan kata lain, selalu kompak di dalam team yang bergerak ke satu tujuan, akan membutuhkan lebih sedikit energi. Kedua, berbagi kepemimpinan harus didasari rasa saling hormat dan saling percaya di antara anggota di setiap saat. Juga saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat. Pusatkan kemampuan , dan bakat team untuk memecahkan masalah, bukan untuk mencari-cari masalah. Dan ketiga, menempuh perjalanan panjang diperlukan adanya komitmen dan semangat yang terjagai dengan baik. Komitmen dibutuhkan agar setiap anggota memiliki kesediaan untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan, tanpa merasa dirinya tidak mampu. Sedangkan semangat diperlukan agar senantiasa optimis menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Di sinilah konsep ‘kri-lang-kun’ berjalan, yakni saat kita menghadapi situasi kritis, kita harus segera mengambil langkah yang tepat dan tetap tekun menjalaninya, untuk segera keluar dari situasi kritis.


© 11-2007. GIM HRD Training Centre
Guestbook | Instruktur | Image Gallery | News | Events | Articles | Consulting | Download