Top News
   
16/10/2008 (06:54)
Mulai tanggal 20 Oktober 2008, GIM mengadakan Training Khusus untuk Spesialis Marketing dan Spesialis HRD bertajuk \"Mengantarkan Anda Memiliki Nilai Jual yang ... .

22/02/2008 (18:31)
Saat saya melihat melihat di TV tentang Petaka Konser Rock di Bandung, sekali lagi dan tanpa saya sadari mengelus dada dan mengucapkan Istighfar.   Sepertinya ... .

27/09/2006 (19:34)
Singkat atau lamanya masa pacaran seringkali tidak bisa dijadikan jaminan akan kedalaman pemahaman terhadap masing-masing pasangan. Seperti sudah menjadi hukum pacar ... .

 

News

22/02/2008 (18:31)
Wajah Buram Indonesia

Saat saya melihat melihat di TV tentang Petaka Konser Rock di Bandung, sekali lagi dan tanpa saya sadari mengelus dada dan mengucapkan Istighfar.

 

Sepertinya semakin banyak anak – anak muda Indonesia yang mati konyol, untuk sekedar mencari sensasi dengan ikut berjingkrak – jingkrak tanpa sadar seperti penari jathilan (tari – tarian jawa yang penarinya dimasuki roh sehingga tidak sadar diri).

Indonesia yang sudah terpuruk akan makin jelas tergambar di wajah – wajah anak muda nya yang gemar menghadiri acara hura – hura tanpa menyadari tugasnya sebagai penerus bangsa, sebagai pelajar yang harusnya ada di rumah menyiapkan tugas – tugas sekolah seperti yang dilakukan oleh Ressa Maulana, Korban terakhir yang akhirnya dikenali oleh adiknya.

 

Saya bisa bayangkan betapa remuk hati kedua orang tua Ressa, anak laki – laki pertamanya harus meninggal dengan cap sepatu full di badannya, karena terinjak – injak penonton lain.

 

Kejadian itu bagi saya lebih dari cukup menjadi peringatan akan kewajiban kita orang tua untuk memberikan pondasi kuat pada pribadi anak – anak kita, termasuk tentang bagaimana seharusnya mereka menyalurkan keinginan mereka untuk mendapat refresshing.

Kepercayaan kepada anak tentang apa saja yang dia lakukan bukan kepercayaan yang membabi buta namun tetap dalam pengawasan, Dengan kualitas komunikasi kita akan lebih mudah  menegur dan bertanya bila kita kehilangan kontak dengan mereka minimal dalam 2 jam.  Saya menganggap mereka yang berada dalam dunia jingkrak – jingkrak tersebut adalah kaum yang salah dalam menyalurkan refresshing mereka, mari  kembali kita tengok tentang ajaran agama, agama Islam khususnya bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah pengikut syaitan (ya berlebihan bergerak, berlebihan bersuara, berlebihan ekspresi dan berlebihan lainnya dalam berprilaku) dan akan membawa dampak negatif.

Bahkan dalam kajian kesehatan pun orang –orang intelektual itu mengatakan bahwa segala sesuatu yang berlebihan dilakukan oleh salah satu organ tubuh kita  maka akan memberikan dampak negatif pada organ tubuh kita lainnya.

 

Apakah dengan paparan kejadian tersebut kita masih memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk ikut berjingkrak-jingkrak tanpa tahu essensi dari kegiatan tersebut? Dimana banyak hal yang tidak terkontrol akan terjadi dalam perhelatan itu.

Apakah kita rela melihat mereka pulang dengan bau alkohol atau baju yang kumal?

Saya rasa tidak ada orang tua yang mau melihat kegagalan – kegagalan menjadi teman bagi anak – anaknya.

 

Melalui tulisan ini saya ingin kita bersama – sama memberi ruang yang kondusif bagi perkembangan mental anak – anak sehingga bangsa ini mempunyai penerus yang akan memberi sejarah di tataran Internasional.

 

Jayalah Indonesiaku,  Merdeka.....

 

 

Yogyakarta 14 February 2008

 

 



© 11-2007. GIM HRD Training Centre
Guestbook | Instruktur | Image Gallery | News | Events | Articles | Consulting | Download